Album Review : Axis Mundi, dan petunjuk kecil untuk perjalanan.

Jika saat ini, ada orang yang bertanya, atau meminta rekomendasi musik, jawabanku pasti : Brown Bird.

Setelah frontman dave lamb meninggal karena leukimia, violinis Morganeve menyelesaikan album yang tengah mereka buat.

Secara garis besar, Brown Bird adalah duo (suami-istri) Folk Rock dari Providence, Rhode Island, Amerika, yang menjadi pengisi tetap New Port Folk Festival. Tapi, bahkan genre Folk Rock tidak cukup untuk mendeskripsikan Brown Bird, yang dalam lagunya, memasukkan nada-nada blues, bluegrass, gypsy, timur tengah, dan dalam cover lagu New Year’s Eve milik Tom Waits,terdengar ada suara angklung (?)

Brown Bird, yang dibentuk oleh frontman/gitaris/banjo/drum Dave Lamb dibentuk pada awal 2003, telah mengeluarkan enam album, tapi corak dan ke-khas-an Brown Bird baru terlihat jelas sejak album The Devil Dancing (2009). Selepas The Devil Dancing, Brown Bird yang sebelumnya memiliki lima anggota, berubah menjadi duo. Album-album setelahnya, Salt For Salt dan Fits of Reason, memiliki tema dan ciri suara yang berbeda dari yang sebelumnya, dan Axis Mundi adalah puncaknya.

Istilah Axis Mundi ditemukan oleh MorganEve Swain, istri dari Dave Lamb, sekaligus Violinist/Bassist/Cellist Brown Bird, di buku catatan Dave Lamb. Axis Mundi, yang berarti Pusat Dunia, adalah konsep yang sudah ada sejak lama, dan tiap kebudayaan dan mahluk hidup memilikinya. Yggdrasil, Mekkah, Tembok Ratapan, Yerusalem, Mahameru, dan masih banyak lagi. Jika ditilik lagi, artwork dari album-album Brown Bird (bahkan tato di tangan Dave Lamb) memiliki lambang Mandala, representasi dari alam dan semesta.

Perubahan terbesar di album ini adalah penambahan drum elektronik, karena sebelumnya, Brown Bird tidak pernah menggunakan full drum pada album-album mereka. Tapi penambahan (atau mungkin ekspansi) dari instrumen tidak menghilangkan corak dan ciri khas Brown Bird. Lick Latin yang sangat kental di lagu Bannermen, Surf Rock pada Aloha Senor Mano, dan Timur Tengah di lagu Blood from Tree adalah buktinya.Dan  pengaruh tetap pada lagu-lagu Brown Bird adalah musik Gypsy , yang sangat terdengar dari Akordeon pada lagu Ephraim.

Axis Mundi juga adalah bukti bahwa Dave Lamb adalah penulis lirik yang luar biasa. Lagu Focus, yang menceritakan proses penyembuhannya dari ( dan berdamai dengan)  Leukimia.

“And if this flesh should fade, devour me from within, pray then my soul prevail, free to roam again”

dan Ephraim

Are we not alive ? (Just streaming away)

Wipe the ash from my eyes (So much more away)

We can find paradise (in the midst of this hell)

If we tilt our head just right, and let our shackles go.

Avalon adalah lagu sepanjang 46 detik, yang diam-diam dibuat oleh Dave Lamb saat masa penyembuhan, lalu diberikan pada Morganeve pada Desember 2013 ( Dave Lamb meninggal pada April 2014).

You’re a huntress, and a healer, and a holder of hands./ And your heart is the Avalon that I seek for my end.”

Account Instagram Brown Bird pernah mengunggah foto catatan Dave Lamb saat membuat album Axis Mundi, di foto tersebut ada daftar lagu, dan di samping judul lagu ia menulis (dengan tebal) “make it rock”.

Dari itu, aku berani mengatakan, Axis Mundi sudah melampaui batas genre rock, dan Brown Bird adalah level baru dari Folk, Folk Rock, Blues Rock, atau apapun itu.

Rating : 4.5/5

Best Track : Semua.

Advertisements
Album Review : Axis Mundi, dan petunjuk kecil untuk perjalanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s